Tahukah Anda : Makam Gantung Blitar ?

Jika sedang jalan jalan di Blitar dan kebetulan melewati Jalan Melati.. sempatkan untuk melihat ke daerah pinggir lapangan.. maka akan ada pemandangan yang sedikit aneh. yaitu adanya peti mayat yang digantung. Tidak terlalu jelas bentuknya, namun cukup untuk mengenali bahwa itu adalah sebuah peti mayat.

Konon, makam gantung ini adalah makam Eyang Joyodigo - seorang sufi yang menguasai ilmu langka: Aji Pancasoka. Ilmu yang bisa menghidupkan kembali seseorang yang mati saat jasadnya menyentuh tanah. Alasan itulah yang membuat makam Eyang Joyodigo digantung. Walau demikian, jasadnya tidak digantung melainkan dimasukkan ke dalam peti besi dengan empat penyangga.

Biran, kuncen makam gantung, menuturkan bahwa Eyang Joyodigo adalah satu-satunya orang yang menguasai Aji Pancasoka. Dalam epos Ramayang hanya satu orang yang memiliki Aji Pancasona yaitu Subali – saudara kembar Sugriwo. Keduanya bangsa kera. Saking canggihnya mulut manis Rahwana, Aji Pancasoka bisa dikuasainya.Lalu bagaimana Eyang Joyodigo bisa menguasai Aji Pancasoka?

Biran menuturkan kembali bahwa sosok Eyang Joyodigo gemar melakukan tirakat dan laku prihatin. Pelbagai macam ilmu sudah dikuasainya.

Masyarakat Blitar percaya kalau makam gantung ini wingit, selain makam Bung Karno (tidak jauh dari makam gantung ini). Dan makam gantung ini dijaga oleh dua sosok gaib dengan wujud binatang, yaitu ular sebesar batang pohon kelapa dan seekor harimau loreng sebesar anak sapi. Konon, para peziarah ada yang pernah diperlihatkan dua penunggu gaib ini. Itu karena hingga Eyang Joyodigo meninggal, penunggu gaib itu masih setia menunggu makam majikannya.
Anda tertarik untuk membuktikannya?

Video : Ajal Menjemput Saat Sholat

Subhanallah. Maha Besar Allah. Jika dia berkehendak maka apapun bisa terjadi. Video ini membuktikan indahnya ajal tiba bagi orang yang pilihan Allah SWT.  Setiap orang mendambakan nya.

 

Penumpang Gelap

Pengalaman ini saya alami pada tahun 1993. Waktu itu saat dimana saya menjadi panitia Ospek mahasiswa baru FS UI (Sekarang namanya berganti menjadi FIB UI). Sebenarnya saya berencana untuk menginap di kampus seperti Panitia lainnya, namun karena ada barang yang tertinggal dirumah teman saya, kami berencana mengambilnya dan balik ke kampus malam itu juga.

Jam mobil saya menunjukan pukul 12.30 malam. Kami berdua masuk ke dalam mobil dan mengarah langsung keluar kampus. Pada tahun 1993, UI, dan jalan sepanjang Lenteng Agung dan Tanjung Barat tidak seperti sekarang, sangat sepi dan gelap. Tidak ada bangunan-bangunan besar disepanjang jalan seperti saat ini. Masih banyak pepohonan lebat dan ada kuburan di sebelah kiri jembatan kecil.

Setelah kami mengambil jalan belok ke kiri dari Gerbatama UI, kami melewati jalan lama yang berkelok melewati jembatan. Pada tahun 1993 belum ada jalan tembus dari Gerbatama ke Universitas Pancasila. Saya menyalakan lampu besar karena sangat gelap sekali. Pada saat ingin melewati jembatan, Terdapat sesosok kuntilanak yang sedang duduk di bahu jembatan.

Teman saya berkata.

“Jo, lu liat kuntilanak lagi duduk nggak barusan?”

Saya hanya terdiam, merinding ketakutan. Saya melihat juga apa yang dilihat oleh teman saya itu. Namun lebih dari itu, ketika teman saya mengatakan hal tersebut saya melihat ke spion belakang. Celaka! Kuntilanak Tersebut duduk di kursi belakang mobil kami.

Saya-pun menelan ludah, gemetar dan tidak berani lagi untuk melihat ke arah spion.

Dalam hati saya berkata kepada kuntilanak itu.

“Kalau lu mau nebeng ikut, silahkan aja tapi jgn ganggu kita”

Ketika saya mengatakan hal tersebut teman saya baru sadar dan terlihat gugup. Kami berdua tidak ada yang berani untuk mengatakan apapun, terus terdiam sepanjang perjalanan.

Sepanjang perjalanan diiringi pohon-pohon besar, jalanan yang gelap dan sepi sekali saya terus mengemudi dan dipenuhi oleh bayang-bayang kuntilanak di kursi belakang. Saya tidak tahu apakah dia masih menumpang dibelakang atau tidak. Tapi batin saya merasakan bahwa ia masih, masih duduk dibelakang dan mengintai setiap gerak-gerik kami. Anehnya selama perjalanan dari saya bertemu dengan kuntilanak, saya tidak menemukan satupun mobil yang berjalan ke arah sama dengan kemana kami pergi.

Akhirnya ketika kami sampai di Pasar Minggu, hawa mistis dari penumpang belakang sudah hilang, karena jalanan sudah mulai ditemukan orang-orang dan mobil-mobil lain di daerah Pasar. Saya pun memberanikan diri untuk melihat ke spion belakang dan ternyata benar kuntilanak tersebut sudah turun entah dimana. Saya pun bercanda untuk mengubah suasana dalam mobil yang horror.

“Sialan itu Kunti, udh nebengnya diam-diam lalu turun kaga bayar ongkos lagi…!!”

Kami berduapun tertawa. Setelah kami sampai dirumah teman saya, kami memutuskan untuk tidak kembali ke kampus hingga fajar menyingsing.

Kumpulan Video Hantu

inilah kumpulan dari video video hantu yang dikumpulkan dari berbagai sumber… mungkin bahkan sebagian sudah pernah anda saksikan.. tidak terlalu mengerikan atau mengagetkan.. namun sebagai referensi tidak ada salahnya anda menengok kumpulan video ini.. selamat menyaksikan

 

Yang kukira istriku ternyata…

U ndangan berwarna biru dengan tulisan warna emas yang tercetak rapi, tergeletak diatas meja makan. Hal tersebut mendorongku untuk segera membuka dan membacanya walaupun perutku sudah berbunyi keroncongan minta diisi.

Isteriku berkata  ” Mas, Itu undangan dari Jakarta untuk hari Sabtu depan. Itu lho, Bu Kuncoro yang di Cikini mantu, kita datang ya !, kan salah satu famili dekat “. Sambil membaca kartu undangan itu aku manggut-manggut tidak menyahuti kata-kata isteriku.

Isteriku membujuk lagi dengan berkata : ” Maas, kan sudah beberapa bulan ini kita tidak ke-Jakarta, aku sudah kangen dengan keluargaku, pasti semua datang ke-pestanya “, disambung dengan rayuannya lagi  ” Sekali-sekali pergi menghilangkan stress khan boleh. Jakarta dekat ini, ya Mas, ya…. “. Setelah menyelesaikan membaca undangan itu Aku kemudian menatap Isteriku dan mengangguk-kan kepala tanda setuju sambil tanganku meraih sendok dan segera menyantap makan malam.

Isteriku melonjak kegirangan dan berteriak kepada putri kami yang tiga bulan lagi berumur dua tahun  ” Nanda, nanti kita jalan-jalan ke Jakarta sama Papa”.

Tak terasa hari Sabtu-pun tiba dan dan putriku Nanda sudah tiga kali menanyakan kapan akan berangkat jalan-jalan seperti yang dijanjikan oleh Ibunya. Setelah menaikkan semua tas dan perlengkapan keatas mobil, kamipun berangkat dari Bandung menuju Jakarta.

AWALNYA

Sejak kawin tiga tahun yang lalu, kami pindah dari Jakarta dan menetap di Bandung karena tugas dari kantor-ku. Kami tinggal dirumah kontrakan yang tidak terlampau besar dan beruntung mendapat fasilitas kendaraan berupa mobil dari kantor sehingga kadang-kadang kami bisa pergi bertamasya ketempat-tempat rekreasi dengan menggunakan mobil kantor, seperti saat ini.

Udara pagi yang sejuk terhisap memasuki paru-paru menimbulkan suasana yang tenang dan menggembirakan, pemandangan dikiri-kanan jalan sangat indah, apalagi lepas dari Cianjur mendekati Puncak. Putri-ku Nanda tak henti-hentinya bertanya ini-itu mengenai hal-hal baru yang dilihatnya dan rasa senangnya karena diajak naik mobil pergi bertamasya.

TELAGA WARNA PUNCAK

Setibanya di Puncak, Isteriku menyarankan dan berusaha membujuk-ku untuk berhenti sebentar beristirahat di Telaga Warna Puncak menikmati udara sejuk nan menyegarkan. � Kalau saja aku bisa mengetahui peristiwa menggetarkan hati yang kelak akan terjadi, pasti akan kutolak mentah-mentah permintaan Isteriku itu……… ‘

Aku meminggirkan mobil dan parkir di-kawasan Telaga Warna, Isteriku menarik-narik tanganku sambil membimbing Nanda kearah tepi telaga dan duduk dengan santai sambil tak henti-hentinya mengoceh. Nanda dan aku mendengarkan dengan asyik.

Ia menceritakan berbagai hal menarik yang akan dilakukannya di Jakarta dan keinginan-keinginannya setibanya nanti di-Jakarta, juga pesta perkawinan yang pasti akan sangat meriah yang akan kami hadiri dan belanja oleh-oleh kesukaannya saat akan pulang ke Bandung. Tak terasa waktu berlalu dengan cepat, setelah puas menikmati keindahan disekitar telaga, kemudian kami-pun meninggalkan Telaga Warna dan melanjutkan perjalanan ke Jakarta.

Saat itu, jalan tol Jakarta-Bogor-Ciawi sedang dalam proses pembuatan dan belum selesai, sehingga untuk ke-Jakarta masih harus melalui jalan Bogor lama.

Setibanya di-Bogor, Isteriku meminta mampir di-toko roti terbesar di Bogor saat itu untuk membeli roti dan penganan pengisi perut selama perjalanan. Nanda kecapean dan terlihat tidur dengan lelapnya di Jok belakang, dan aku malas untuk turun, jadi Isteri-ku turun sendirian dan pergi masuk ke-toko roti tersebut untuk berbelanja.

Aku menunggu dimobil bersama Nanda yang tertidur pulas…….

ISTERIKU DENGAN PARFUM BAU KEMBOJA

Sekejap kemudian terlihat sesosok wanita yang persis berwujud Isteriku mengenakan pakaian seperti yang dipakai Isteriku sambil membawa bungkusan besar berisi roti dan makanan lainnya datang mendekat kemobil. Tentu saja segera kubukakan pintu mobil karena kusangka Isteriku. Saat ia masuk kemobil sekilas tercium bau bunga kamboja bercampur menyan yang membuat bulu kudukku berdiri.

Akan tetapi karena melihat wajah Isteriku yang berseri-seri dan berkata bahwa ia telah membelikan beberapa roti kesukaanku maka aku segera melupakan hal aneh yang muncul bersamaan dengan kedatangan Isteriku ini.

Mobil ku-stater dan kemudian meluncur pergi dari toko roti di-Bogor guna melanjutkan perjalanan ke-Jakarta. Sayangnya mataku kurang jeli, sehingga tidak melihat bahwa beberapa detik sebelum mobil keluar dari area toko roti, Isteriku yang asli muncul dipintu toko dengan membawa bungkusan besar berisi roti dan melihat mobilku meluncur pergi dengan membawa wanita lain.

ISTERI ASLIKU MARAH BESAR

Isteriku marah besar dan mengira bahwa aku telah pergi (lari) meninggalkannya dengan membawa wanita lain, seketika itu juga dibantingnya bungkusan hasil belanjaanya dan dengan air mata bercucuran kemudian lari pulang ke-Bandung. Hatinya dipenuhi dengan emosi, cemburu, marah, sedih dan kesal bercampur jadi satu. Mulutnya membisikkan kata-kata ancaman yang lirih   ” Awas kalau pulang nanti “, berkali-kali tanpa henti sepanjang perjalanan kembali ke-Bandung.

Fikirannya yang dipenuhi rasa marah dan cemburu, terus bertanya-tanya, siapakan wanita yang menjadi simpanan suaminya itu dan telah pergi bersama suaminya ?. Mengapa dirinya ditinggalkan begitu saja tanpa menengok sedikitpun, sungguh tak berperasaan. Bagaimana dengan anaknya Nanda, apakah dia sedang menangis menanyakan ibunya atau sedang apa ?, jahat sekali suaminya itu, akh kalau saja tahu hati suaminya seculas itu, tak akan mau dia diperistri bila hanya untuk disakiti hatinya. Rasa benci menyeruak di-hatinya yang sedih dan luka bagai tertusuk sembilu.

Sesampainya dirumah langsung ia membanting dirinya keatas tempat tidur dan menangis tersedu-sedu sambil tak henti-hentinya mengeluarkan ancaman……..

ISTERIKU BERMANJA-MANJA KEPADAKU

Sementara itu tidak sedikitpun terlintas difikiranku mengenai keadaan Isteriku itu dirumah, malah aku terlibat dengan pembicaraan yang romantis dengan wanita yang kukira Isteriku ini. Selama dalam perjalanan  ini aku sangat menikmatinya, karena tidak tahu kenapa istriku bertambah-tambah genit dan manja-nya terhadapku, hingga beberapa kali pipiku diciumnya mesra yang membuat hatiku semakin berbunga-bunga.

Isteriku ini kemudian merapatkan duduknya dan merebahkan kepalanya kepundakku dan berkata  ” Maas, kalau bisa aku ingin peristiwa ini jangan cepat berlalu “. Aku berfikir sambil membathin, lho ini khan  masih awal dan masih banyak lagi waktu sesampaimya di Jakarta nanti. Sewaktu rambutnya menyentuh pipiku, saat itu kembali sekilas tercium bau wangi bunga kamboja bercampur menyan, sehingga bulu kudukku berdiri lagi. Ihh……. Dalam hati aku berjanji  membelikan shampo luar negeri untuk isteriku, karena bau wangi shampo yang ia gunakan sekarang ini menimbulkan rasa takut dihatiku.

 

SETIBA DI JAKARTA

Akhirnya setelah tiba di Jakarta, Aku langsung menuju ke hotel yang terdekat dari Cikini, dan memesan kamar untuk satu malam, karena ingin beristirahat sejenak menjelang resepsi malam nanti. Nanda sangat senang dan bernyanyi-nyanyi kecil dengan lucunya sambil menyentuh barang-barang hiasan yang ada dikamar hotel. Lagaknya bagai kupu-kupu yang terbang mengitari bunga-bunga yang sedang mekar mewangi.

Sore hari, setelah memandikan Nanda, Isteriku mengajak mandi bersama, ini sebetulnya diluar dari kebiasaannya, tapi tentu saja aku mau, permintaan seperti ini jelas nggak akan kutolak. Didalam kamar mandi, isteriku mesra berbisik meminta hubungan intim, awalnya aku kurang setuju, tapi dengan sangat ahli ia membangkitkan hasrat kelaki-lakianku……

Koper dibuka dan pakaian-pakaian didalamnya dicoba dan dipatut-patutkan ke tubuhnya sambil bergaya didepan kaca, hingga akhirnya ia memutuskan menggunakan baju warna hijau yang memang serasi dengan warna kulitnya yang putih.

A CARA RESEPSI BERLANGSUNG MERIAH

Acara resepsi pernikahan putra Bu Kuncoro sangat meriah dan memang banyak keluarga datang, tentu saja bagaikan reuni keluarga besar, kami saling bertanya dan bercerita situasi terakhir dalam keluarga dengan gembira. Beberapa kali Nanda datang kepadaku minta dibersihkan pipinya yang berwarna merah bekas lipstik karena dicium gemas oleh tante-tantenya. Saat foto bersama, mulanya Isteriku menolak keras, tapi setelah didesak-desak akhirnya mau juga. Beberapa famili mengajak kami bermalam dirumah mereka tapi dengan halus kutolak karena sebelumnya sudah memesan kamar dihotel.

Akhirnya acara resepsipun usai sudah dan satu demi satu para tamu pamit pulang, demikian juga kami. Dalam perjalanan kembali ke hotel terlihat sekali isteriku sangat bahagia karena celotehnya yang sangat bersemangat mengenai suasana resepsi tadi, dimana aku hanya mendengar dan meng-iyakan ucapan-ucapannya saja.

 

 

BER GAIRAH DAN MENGAJAK BERCINTA

Nanda terlihat kelelahan dan segera tertidur pulas begitu kepalanya menyentuh bantal tempat tidurnya, melihat putrinya telah tertidur. Isteriku melepaskan pakaian pestanya satu demi satu sambil menggerakkan tubuhnya dengan erotis, berusaha memancing gairahku, dan setelah terlepas semuanya langsung menerkam diriku dan mengajak bercinta.

Malam itu entah beberapa kali hubungan intim telah kami lakukan hingga rasanya tulang-tulangku hampir terlepas karena kelelahan melayani hasratnya yang tak pernah padam, sehingga saat matahari telah tinggi kami masih tertidur kelelahan.

Lewat tengah hari baru kami berangkat pulang ke Bandung. Perjalanan pulang agak lambat karena kami banyak berhenti untuk belanja oleh-oleh, lagi pula aku menjalankan kendaraan perlahan karena masih agak mengantuk. Nanda sepanjang jalan kembali tertidur pulas, mungkin karena masih kelelahan, sekilas terlihat senyum manis dibibirnya.

KEMBALI KE TELAGA WARNA

Menjelang Maghrib saat mobil mendekati Puncak, Isteriku mendesak untuk berhenti sebentar agar kembali beristirahat di Telaga Warna, aku menolak karena perjalanan masih jauh lagipula sudah menjelang Maghrib. Tapi karena ia terus bersikeras dengan bujukan dan alasan yang kadang menurutku sulit diterima akal, maka akhirnya aku mengalah dan memarkir mobil di kawasan Telaga Warna. Saat itu suasana masih agak terang.

Nanda, walaupun sudah terbangun tapi masih menggeliat malas untuk berjalan, sehingga kubopong turun mengikuti isteriku ke tepi telaga, setelah duduk suasana menjadi santai, Isteriku berkata dengan serius kepadaku, bahwa perjalanan ini tak akan pernah dilupakannya dan Ia mencium pipiku berkali-kali guna lebih menguatkan kata-katanya. Kelakuannya ini ku-rasakan agak aneh seakan dia tidak akan pernah bertemu denganku lagi……..

MENGAPA “DIA” TERJUN KE TELAGA ?

Saat terdengar Adzan Maghrib mendayu-dayu, tiba-tiba dengan tak tersangka-sangka Isteriku menerjunkan dirinya kedalam Telaga Warna, tentu saja aku terkejut setengah mati apalagi mendengar putriku berteriak histeris dan kemudian menangis meraung-raung memanggil-manggil ibunya, ” Mamaaaa……maama…”

Setelah menunggu beberapa saat dan tidak muncul juga dari dalam telaga, maka akupun berteriak-teriak memanggil namanya dan langsung terjun kedalam air telaga untuk mencari Isteriku, beberapa orang berkumpul melihat kelakuanku yang aneh, kucoba menjelaskan peristiwa yang terjadi dengan suara terbata-bata dan tubuh gemetar kebingungan, beberapa orang kemudian tergerak untuk ikut terjun berusaha mencari isteriku didasar telaga. Beberapa wanita yang ada berusaha membujuk mendiamkan putriku yang terus menangis.

 

Setelah mengobak seluruh telaga selama lebih dari dua jam dibantu oleh banyak orang tanpa hasil. Dengan baju basah kuyup dan tubuh menggigil kedinginan serta  perasaan yang tak menentu karena sangat sedih, maka akupun memutuskan untuk kembali ke Bandung dan berniat untuk melakukan pencarian lanjutan esok pagi. Apalagi Nanda  terus menangis memanggil-manggil ibunya yang telah terjun kedalam telaga dan tidak berhasil ditemukan. Saat itu fikiranku terus bertanya-tanya ” Mengapa Istriku tega sampai berbuat begitu ? Apa salahku ?…. setelah begitu lama tidak muncul dari dalam air apakah mungkin ia telah mati !!…….

 

PULANG KERUMAH DI BANDUNG

Aku menjalankan mobil pulang ke Bandung sambil ngebut agar cepat sampai di rumah, dan berniat untuk mengabari saudara-saudaraku perihal Istriku, agar mereka esok membantu dalam upaya pencarian. Dengan perasaan sangat sedih dan terpukul atas musibah ini, akupun masuk kedalam rumah dan……….

Mendengar suara mobil memasuki rumahnya, Isteriku yang masih belum tidur, bangun dan meloncat mengintip dari jendela kamar, mengetahui bahwa suaminya pulang, timbullah lagi rasa marah atas perbuatan suaminya yang disangkanya pergi meninggalkan dia sendirian ditoko roti di-Bogor bersama wanita yang tidak dikenalnya.

Diambilnya sepatu hak tingginya dan berlari ke pintu depan……..

Betapa terkejutnya aku ketika membuka pintu depan, sepasang sepatu hak tinggi mendarat telak dikepalaku, dan pelakunya tak lain adalah ternyata isteriku………

Wajahku pucat pasi kaget setengah mati, bahkan aku ketakutan bagai melihat hantu, sehingga tak terasa sakitnya kepalaku yang benjol-memar karena terlempar sepatu. Bagaimana mungkin isteriku yang hilang tenggelam di Telaga Warna ternyata malah sekarang muncul dihadapanku dengan wajah marah menakutkan dan suara menggelegar keras, mengumpat dan memaki. Dengan terpana-bengong dan perasaan tak karuan, aku cuma bisa berdiri mematung didepan pintu. Istriku masih terus melemparkan segala macam benda kearahku sambil memaki-maki. Nalarku masih kacau belum jalan, aku tak berusaha menghentikannya, masih bingung.

” Ka..kaau …ternyata masih hidup, kukira sudah mati tenggelam “, kataku ketakutan dan dengan suara terbata-bata. Setelah mendengar kata-kataku, dan melihat keadaan diriku yang kacau, Isteriku malah bingung, apalagi kemudian Nanda menghambur masuk dan memeluk ibunya sambil berteriak keras : ” Mama… jangan lompat lagi ke danau, Nanda takuuut “. Terkejut Isteriku sehingga terlupakan kemarahannya, dan matanya melotot menatap kearahku minta penjelasan, sambil mendekap Nanda yang menangis sesenggukan dipelukannya.

 

Aku sendiri masih belum bisa mencerna dengan baik atas situasi yang tak terduga-duga ini dan terpaku keheranan. Melihat aku tidak memberikan jawaban, timbullah lagi marahnya dan berteriak keras mengejutkanku  ” Mengapa kau tinggalkan aku sendirian di Bogor, dan siapa wanita sialan itu ! “. Fikiranku berusaha menyimak kata-katanya, … ditinggal di Bogor ?, siapa wanita itu ? apa yang terjadi ? bukankah aku pergi dengannya ke Jakarta ? lalu siapa kalau begitu wanita yang menyerupai dirinya dari Bogor hingga terjun ke telaga ?

BARU KUSADARI BAHWA YANG BERSAMAKU ITU BUKAN ISTERIKU

Tiba-tiba aku berteriak keras : ” Tidaaaaaaak ! “, ” Aku tidak tahu bahwa itu bukan kau !,  mahluk itu menyerupai kau kukira itu kau ” lanjutku keras. Kemudian aku memeluknya dan berkata dengan penuh perasaan : ” Syukurlah bahwa kau masih hidup, kukira sudah matiiiii ! ”

Karena aku memeluknya seakan takut kehilangan dirinya, cairlah emosinya dan tenang, kemudian meminta penjelasan lengkap dariku.

Kujelaskan kronologis kejadiannya, tentu saja dengan menyembunyikan bagian hubungan intimku dengan mahluk itu, tak percaya Isteriku atas ceritaku yang tak masuk diakalnya, untuk lebih meyakinkannya kuajak dirinya untuk menelepon interlokal ke Jakarta.

 

JADI YANG BERSAMAKU ITU MAHLUK JEJADIAN ?

Terkejut Pamannya mengetahui kejadian ini, atas permintaanku dan keingin-tahuannya atas peristiwa yang terjadi ini, esok harinya dengan kereta-api terpagi segera ia berangkat ke Bandung.

Pamannya sendiri dengan bersumpah meyakinkan Isteriku bahwa aku, suaminya saat itu datang ke resepsi pernikahan bersama dia, Isterinya, malah foto-foto keluarga bersama, nanti bila sudah di-afdruk akan dikirim ke Bandung. Paman terpaksa bermalam di Bandung karena Isteriku sangat terpukul dan histeria dengan kejadian ini, masih belum masuk diakalnya kejadian ini bisa terjadi.

Keesokan harinya salah seorang putra paman datang dengan keluarga yang lainnya dan ikut meyakinkan isteriku dengan kesaksian mereka dan membawa hasil cetakan foto-foto perkawinan, mereka dengan sangat bingung memperlihatkan foto yang ada diriku, putriku Nanda sedang menggandeng bayangan kosong. Ternyata mahluk berwujud isteriku itu tidak nampak dikertas foto…….

Tiba-tiba isteriku terhuyung, dengan cepat kupeluk tubuhnya agar tidak jatuh, ternyata ia pingsan. Kejadian ini begitu dahsyat menghantam jiwanya hingga tidak tahan.

Mungkin terbayang difikirannya apa saja yang mungkin dilakukan oleh suaminya terhadap mahluk itu karena mengira bahwa mahluk itu adalah dia isterinya. Siapa yang tahu kecuali aku dan iih… mahluk yang menjijikan itu.

SIAPAKAH SESUNGGUHNYA YANG BERSAMAKU ITU DI JAKARTA ?

Hingga saat ini semua masih tak mengerti, siapakah sesungguhnya  wanita yang bersamaku itu, yang naik kemobilku mulai dari toko roti di Bogor, tidur dihotel bersamaku yang akhirnya terjun ke Telaga Warna ?. Demikian juga yang ada difikiran Isteriku dan keluarganya……….

Sedangkan Nanda masih sering bercerita kepada keluarga yang datang bahwa dirinya sangat senang diajak pergi jalan-jalan ke Jakarta bersama ibunya, menginap dihotel, pergi kepesta, ia masih belum bisa mengerti bahwa dengan siapa dia pergi itu bukan ibunya asli…………

Suatu malam aku bermimpi didatangi oleh mahluk hijau yang menyeramkan, berbadan reptil seperti bunglon tapi kepalanya menyerupai Isteriku, ia minta maaf telah mengacaukan keluargaku dengan mewujud dan menggantikan Isteriku pergi ke Jakarta. Itu karena dia tertarik mendengar celoteh Isteriku yang mesra ditepi telaga mengenai enaknya bepergian ke pesta pernikahan, jadi ia ikut dalam mobilku karena ingin tahu, begitu melihat Isteriku pergi masuk ke toko roti, ia mendapat kesempatan dan mendahului masuk kemobil dengan mewujud menyerupai Isteriku.

Mahluk itu bilang bahwa ia sangat menikmati perjalanan itu dan tidak akan pernah melupakannya, berharap demikian juga denganku. Akhirnya dia minta maaf atas segala perbuatannya itu dan juga minta maaf kepada Isteriku.

Hatiku yang tadinya emosi mendengar pengakuannya akhirnya luluh dan memaafkannya karena melihat tetesan air mata dipipinya tanda penyesalan dan ketulusan hatinya.

Mahluk itu kemudian lenyap setelah sebelumnya mendoakan agar keluargaku selalu rukun-rukun dan bahagia……

Melepas Ilmu Gaib untuk Ketenangan Hidup

Ardi  adalah anak seorang pengusaha kaya di bidang material bangunan di daerah Tangerang Selatan. Ayahnya beristri lagi dan ibunya dicerai. Dari pertama Ardi menentang apa yang dilakukan oleh ayahnya ini, namun hasilnya adalah dia malah diusir dari rumahnya karena dianggap berani menentang orang tuanya.

Dan pergilah Ardi ke ujung kota dan bersembunyi di dalam hutan Anggas Jagat Rumpin Bogor. Di sana Ardi menemukan guru spiritual yang bernama Eyang Gondowongso dan mempelajari ilmu Gagak Hitam. Sementara ibunya tidak tahu apa yang dilakukan oleh Ardi ini. Yang ibu nya tahu adalah Ardi sudah bunuh diri, karena kebetulan ditemukan mayat yang mengapung di Sungai Cisadane dengan sosok yang sangat mirip dengan phisik Ardi.

Dengan kondisi yang seperti ini maka Ardipun sudah dianggap mati oleh keluarga nya. Ayahnya pun nyata nyata tak peduli dengan hal ini karena masih sibuk mengurus istri mudanya yang umurnya masih 19 tahun. Ayahnya sibuk membelikan sebuah mobil buat istri muda nya yang dikenal sebagai Dona Arista seorang penyanyi dangdut yang sedang mulai naik daun. Tak hanya mobil. sebuah apartemen mewah pun dibelikan sebagai hadiah perkawinan mereka.

Sementara itu Ibu Ardi dan tiga adiknya dibiarkan terlantar, menempati sebuah rumah sederhana di pinggir desa. Bahkan ketiga adiknya ini terancam dikeluarkan dari sekolah karena tidak mampu membayar lagi iuran sekolah nya.

Ardi sendiri karena merasa dibuang oleh ayahnya semakin bersemangat mempelajari ilmu Gagak Hitam. Ilmu ini adalah kemampuan ilmu terbang, melompat tinggi, menembus tembok dan mampu meraibkan diri dari pandangan manusia. Ardi bertekad segera menguasai ilmu itu untuk membalas dendam pada ayahnya. Dalam pikiran nya adalah hanya bagaimana carany akan menghancurkan ayah nya tersebut, mengambil hartanya dan akan memberikan kepada ibunya.

Setelah tiga bulan berada dalam padepokan akhirnya Ardi sudah merasa siap , kemudian dia mengajak Takum teman baiknya bersekongkol. Takum sendiri dengan sukarela membantu keinginan Sahabatnya itu karena memang Takum sangat tahu Ardi itu seperti apa…

Takum sendiri bertugas menginformasikan kepada ibu Ardi bahwa Ardi masih hidup. “tapi jangan sampaikan kalau aku mempelajari ilmu beginian ya.. karena ibu pasti tidak suka” demikian pesan Ardi kepada Takum.

Takum menjalani tugas ini dengan senang karena menyampaikan berita bahagia ke ibu Tami, ibunya Ardi. dan benar saja.. Ibu Tami terlihat sangat gembira mendengar apa yang Takum sampaikan. Takum juga memperlihatkan foto yang sempet dia ambil saat bersama dengan Ardi sebagai buktinya. Sepertinya keluarga ini kembali menemukan matahari nya. adik adiknya menjadi semangat karena diberitahukan kakak nya masih hidup dan sudah bekerja sehingga mereka semua berharap Ardi bisa menyelesaikan persoalan ekonomi yang membelit keluarga tersebut.

Tugas pertama selesai, maka Ardi mulai melaksanakan niatnya. Dengan menggunakan mobil butut punya Takum mereka berdua parkir di luar komplek perumahan ayah Ardi. Ardi kemudian membacakan manteranya sambil memegang erat tangan Takum.. selanjutnya tubuh mereka terasa sangat enteng…dengan perlahan mereka mencoba lewat enam orang satpam yang dengan ketat menjaga masuk pintu komplek perumahan tersebut.

Ini adlaah pertama kalinya Ardi menggunakan ilmu tersebut. sedikit deg degan karena takut apa yang sudah dipelajarinya ternyata tidak berfungsi… Namun melihat ke enam satpam tersebut masih sibuk berjaga tanpa melihat keberadaan mereka berdua.. Ardi menjadi yakin bahwa ilmu dia ternyata telah berhasil.

Dengan penuh keyakinan Ardi dan Takum mencari rumah tinggal ayahnya dan ketika ditemukan dengan sekali hentakan mereka sudah berhasil masuk ke dalam halaman dan tanpa ragu mereka sudah berhasil menembus tembok rumah sang ayah…terlihat sang ayah sedang tidur bersama istri muda nya.

Ardi segera mengambil semua benda berharga yang tergeletak di mana mana. Handphone, cincin, jam tangan termasuk dompet sang ayah. Namun ada yang Ardi tidak ketahui. .. ternyata rumah ayahnya ini memelihara anjing hitam yang memang diyakini sangat mampu merasakan kehadiran yang “beda”. Dan benar saja dengan sekejab datang anjing tersebut dan menggonggong dengan sangat kencangnya. Ardi dan takum kaget.. mereka merasa terjebak sampai lupa bahwa mereka mempunyai ilmu yang maha komplit.. mereka berdua dengan bergandengan lari ke belakang masuk ke kamar mandi dan langsung membanting pintu untuk menutupnya..

Mendengar kegaduhan tersebut Ayah Ardi dan istrinya terbangun.. mereka langsung menekan tombol panik.. dan segera lah berdatangan para satpam ke rumah  tersebut.. untunglah.. Takum lebih cepat menguasai situasi.. sebelum mereka semua mendekat ke arah kamar mandi.. Takum segera berbisik ” ayo.. kamu bisa menembus dan terbang.. segera kamu baca manteranya ”

dan benar saja.. Ardi menjadi sadar dan segera membaca mantera nya.. saat pintu kamar mandi terbuka.. anjing dan satpam masuk. mereka hanya menemukan kamar mandi yang kosong saja..

Ardi dan Takum segera menuju mobil yang mereka parkir di luar komplek.. dan dengan tetap santai mereka menampakkan kembali wujudnya dan mengendarai mobil mereka pulang ke rumah Takum….

Esoknya semua barang barang tersebut dijual dan hasil penjualannya oleh Takum diberikan kepada ibunya Ardi. Mendapatkan uang yang sangat banyak tersebut Ibu Tami menangis.. “terimakasih nak.. bilangterimakasih ya ke Ardi. sampaikan.. kami kangen.. kami ingin bertemu dengan nya”

Takum menyampaikan pesan Ibu Tami tersebut kepada Ardi.. Ardi menjanjikan akan segera menemui ibunya.. namun  tunggu dulu sampai ayahku hancur.. begitu kata Ardi kepada Takum.

Malam selanjutnya Ardi menginginkan uang ayahnya yang di brangkas dihabiskan.. tapi kali ini dia lebih hati hati.. siang harinya sengaja dia menggunakan ilmunya hanya untuk berkeliling di rumah ayahnya.. dia memberikan obat tidur di antara daging yang sengaja dia lempar di dalam halaman rumah ayahnya.. dengan harapan.. daging daging tersebut akan dimakan oleh anjing hitam sang ayah.. sehingga malamnya ketika dia beroperasi anjing nya masih tertidur lelap…

Dan benar saja.. malam harinya ketika Ardi beroperasi menyantroni rumah ayahnya semua menjadi lebih lancar.. terlihat di halaman anjing sedang tertidur pulas.. Sengaja Ardi tidak membawa Takum ikut serta. Ardi kasihan melihat Takum  yang tidak bisa berlari dan berkeringat dingin saat dikejar anjing kemarin malam…

Operasi berjalan lancar.. Ayahnya kali ini sudah menyewa satpam pribadi yang duduk manis di depan gerbang rumah nya.. namun tentu saja hal ini bisa dilewati dengan mudah.. isi brangkas bisa disikat habis.. dan paginya uang tersebut oleh Ardi diberikan kepada Takum.. ” takum.. kamu ambil sebagian ya.. beli mobil yang lebih bagus.. agar tidak mogok kalau aku lagi nebeng ya.. : begitu canda Ardi pada Takum…

Dan sebagian besarnya dibawa  oleh Takum untuk diberikan kepada Ibunya Ardi…

Namun  tidak disangka.. ketika sampai di rumah ibu nya.. terlihat Ibunya Ardi sudah meninggal karena terkena serangan jantung..Takum segera menelpon Ardi untuk memberitakukan kondisi ini. Ardi menangis keras.. dan bergegas meninggalkan persembunyiannya untuk menengok jasad ibunya..

dengan isakan yang keras Ardi memeluk erat jasad ibunya.. berulang kali Ardi menyampaikan kata maaf .. bukan dia tidak mau menemui.. tapi terlebih karena dia ingin terlebih dahulu membalas kan sakit hati ibunya…

Saat ini Ardi merasa  hampa.. apa yang telah dia lakukan semata mata untuk membahagiakan ibunya.. namun sekarang ibunya telah tiada… Ardi merasa sia sia dengan apa yang telah dia lakukan…

Untunglah Takum adalah sahabat yang bener bener mengerti dan bisa diandalkan.. saat Ardi sedang goyah.. Takum mengambil posisi mengurus semua keperluan penguburan ibunda Ardi.. dan memutuskan untuk mengambil ketiga adik Ardi sebagai Adik angkat nya..

dan malam harinya… saat Ardi sedang termenung dan terdiam di halaman depan.. tiba tiba muncul bayangan yang menyerupai sang ibunda… bayang bayang tersebut seakan akan memberikan pesan. bahwa jika ingin membahagiakan ibu.. maka cukup dengan bahagiakan ketiga adik nya tersebut..

Ardi tersentak.. dan dia merasa sangat tahu langkah apa yang harus segera dia lakukan.. dia menengok ke dalam rumah .. terlihat Takum sedang tidur bersama ketiga adiknya… seketika perasaan nyaman dan tentram melihat kondisi tersebut… dan paginya Ardi pamitan kepada Takum kalau dia ingin melepaskan ilmu ghaib nya.. dia ingin hidup normal.. mereka sudah mempunyai sangat  banyak uang… mereka akan pergunakan dengan baik..

Dengan tersenyum Takum menyambut baik usulan Ardi tersebut… ” silakan Ardi.. jangan kuatir.. adikmu semua akan kujaga baik baik”

 

Mencoba Melihat hantu

 

Anda belum pernah melihat sosok hantu dan penasaran ingin mencoba keberanian nyali anda untuk melihat ?

Berikut ini beberapa tips yang bisa anda coba .. sengaja tips yang diberikan adalah bukan tips yang susah seperti misalnya  anda harus bersemedi di kuburan selama 3 hari 3 malam.. atau tips anda harus puasa selama 3 hari  atau persyaratan persyaratan lain yang mungkin akan sulit untuk anda laksanakan..

tips yang diberikan adalah tips simple yang dikumpulkan dari berbagai sumber yang mungkin bisa anda  lakukan tanpa perlu repot dan tentu saja tidak memerlukan biaya dan tenaga yang berlebih..

Yang penting anda harus yakin terlebih dahulu ya.. jika perlu kabarkan kepada orang lain agar mereka tahu dan bisa menolong anda jika kemudian anda menjadi ketakutan setelah berhasil melihat kondisi dan suasana yang mungkin anda tidak pernah sangka sebelumnya.

 

Isi dan hasil di luar tanggung jawab penulis karena penulis hanya mencoba memberikan informasi saja. Anda bisa memilih satu diantara banyak tips ini yang menurut anda paling bisa anda lakukan..

TIPS 1

Pada tengah malam.. anda telanjang dan kemudian anda tidur di rumah anda tepat di pintu yang menghadap keluar. Boleh pintu mana saja yang memungkinkan tidak terlihat oleh tetangga anda. Yang harus diingat adalah posisi anda pusat harus tepat berada di tengah pintu. posisi terlentang menghadap ke atas, kaki di dalam rumah.. dan badan sampai dengan kepala di luar rumah .

 

TIPS 2

Bawalah tanah basah dari makam dan pada malam hari.. usapkan pada mata anda. Diamkan beberapa saat sampai anda merasa nyaman, dan mulai lah anda mencoba melihat sekeliling anda. disarankan anda mulai dari dalam rumah anda sebelum akhirnya mencoba melihat ke halaman rumah anda.

 

TIPS 3

Anda bisa mencoba membuka lebih dari satu payung kering di dalam rumah anda. Ingat jumlah payung harus lebih dari jumlah orang yang menunggu, Jika anda sendirian maka jumlah payung minimal adalah 2.  duduklah di dekat salah satu payung tersebut. dan tunggu respon nya beberapa saat..

 

TIPS 4

Ambil mangkok kosong ukuran besar dan sumpitnya.. kemudian jalanlah ke persimpangan jalan dan bersikap seolah olah anda sedang makan.. jangan heran jika kemudian anda akan merasakan keanehan di lingkungan anda.

 

TIPS 5

pakailah kain kafan.. dan berdandan lah. kemudian tidur seperti biasa. maka anda akan mendapatkan pengalaman tidur dan mimpi yang pasti berbeda dari mimpi dan fantasi yang pe rnah anda dapatkan sebelumnya.

 

TIPS 6

Tengah malam.. duduklah didepan cermin besar.. kemudian sisirlah rambut anda sambil terus menatap cermin. usahakan focus ke mata anda.. sedikit mungkin berkedip.. maka anda akan bisa melihat apa yang anda inginkan di cermin tersebut..

 

 

Sehat di Usia Senja

Jangan pernah meremehkan kesehatan anda. Resep ini sudah diuji coba dan diyakini akan membuat anda tidak akan sakit sakitan. Cukup anda mengkonsumsi resep ini selama 40 kali saat anda masih sehat.

BAHAN :

  • Satu ekor ayam kampung yang masih muda
  • Tiga sendok makan minyak ijen
  • Satu potong besar jahe
  • 300 – 400 cc badek (arak tape)

CARA PENGOLAHAN

  • Ayam dibersihkan kemudian dipotong potong menjadi potongan potongan yang cukup besar.
  • Jahe digerus kasar. Lebih baik kalau jahe dijemur terlebih dahulu di terik matahari selama 1 hari
  • Kemudian jahe ditumis dengan 3 sendok minyak wijen sampai kuning warna nya.
  • Masukkan potongan ayam dan kemudian tutup rapat .
  • Tunggu sebentar 5 – 10 menit kemudian masykkan arak tape, dan tutup kembali hingga ayam matang

Setelah matang hidangkan dalam kondisi hangat dan  silakan anda komsumsi makanan tersebut tanpa menggunakan nasi, dan harus habis .  Jangan lupa jika ada kuah, kuas nya juga harus ikut anda konsumsi. Jangan ada yang tersisa karena justru dari minyak dan kuah masakan ini terkandung kasiat yang sangat hebat.

Silakan anda buktikan. Dengan minimal 10 kali saja sehat di hari tua akan anda dapatkan dan anda akan terhindar dari sakit sakitan.

Selamat mencoba !!

 

Pengantin Lelaki

Menjadi yang berbeda sepertinya selalu yang diinginkan sepasang pengantin yang ingin membuat photo pre wedding nya.

Cukup lama Dina berdiskusi dengan sang photographer sebelum memutuskan akan menggunakan konsep HANTU sebagai konsep photo preweddingnya.

Dipilihlah sebuah kawasan kuburan belanda yang sering dijadikan shooting film film sinetron sebagai lokasi pengambilan photo preweddingnya. Alasan nya selain memang terlihat dramatis bangunan nya juga kawasan kuburan ini jauh kotor dan tidak beraturan sehingga perasaan perasaan ngeri atau takut sangat bisa dihilangkan.

Minggu pagi ini.. cuaca cerah.. kondisi yang sangat bagus untuk dilakukan pemotretan. Dina dan Anto pun dari pagi sudah mempersiapkan diri untuk event yang mungkin hanya akan dilakukan sekali seumur hidup itu.

Sampai di lokasi makam. sudah terlihat sang photographer dan crew nya sibuk mempersiapkan perangkat photography nya.  Terlihat sang photographer memang sangat antusias. . sangat wajar karena konsep kali ini memang konsep yang unik. Dina berdandan ala kuntilanak sedangkan Anto berdandan ibarat vampire. Mungkin ini adalah pengalaman pertama juga bagi sang photographer melakukan sesi pemotretan dengan konsep seperti ini.

Setelah semua nya siap.. pemotretan pun dilakukan.. berbagai pose dilakukan .. berbagai jepretan juga sudah diluncurkan.. namun ketika di cek hasilnya…. kaget tidak ada satupun hasil yang bagus.. semua kabur atau gelap..

Photographer nya sampai bingung.. semua sudah di cek dan tidak ada kesalahan sedikitpun.. dan tidak terasa hari sudah menunjukkan pkl 12 siang. Akhirnya kami semua memutuskan untuk istirahat sambil menunggu photographer ini kembali cek perangkat nya..

Dina dan anto memutuskan untuk istirahat dulu dan membuka kostumnya mengingat cuaca hari ini sangat panas..

“mbak din.. mbak din.. bangun ” agak gelapakan dina terbangun… ternyata sang photographer yang membangunkan.  waktu sudah menunjukkan pkl 14.00. “ayo kita mulai photo lagi.. pasangan nya sudah siap tuh”

Agak heran juga Dina mendengar info dari sang photographer itu.. kenapa bukan calon suaminya yang membangunkan dia ?? tapi  karena  buru buru maka Dina melupakan semua keheranan itu..

Pemotretan kali ini berjalan sangat sempurna.. dan sang photographer pun terlihat antusias dan sangat puas.. “ternyata di sini cahayanya bagus kalau sore” demikian kata sang photographer.

Dina mengiyakan saja karena memang tidak paham soal photography. Sempat melihat ke Anto.. Anto ini terlihat sangat menghayati perannya hehehe.. diem.. pucat.. Dina sempet berpikir pasti dia akan ketakutan kalau ternyata dia harus berduaan dengan Anto di tempat seperti ini..

Setelah puas dengan hasil yang diperoleh.. kami pun bersiap siap untuk pulang.. photographer membereskan perlengkapannya .. Dina dan Anto pun juga melepas kostum mereka masing di tempat yang terpisah..

Waktu sudah hampir maghrib… kami sudah siap meninggalkan lokasi makam tersebut,.. namun Anto tidak terlihat muncul dari ruang ganti nya..

karena penasaaran dan takut terjadi hal yang tidak diinginkan maka kami menyusul Anto ke kamar mandi cowo tempat dia berganti pakaian…

Namun.. KOSONG !! kami panggil panggil tidak ada sahutan juga.. semua bingung… cemas.. suasana yang  tadinya riang mendadak menjadi mencekam… semua memanggil anto.. namun tidak ada jawaban juga..

Terdengar suara erangan cukup keras.. semua kaget dan segera berlari ke arah erangan tersebut…

Terlihat lah sosok Anto berada di atas sebuah makam .. kaki kirinya sepertinya terluka.. semua berusaha menolong dan membangunkan Anto… tiba tiba Anto berkomentar ” maaf jadi begini .. saya ketiduran.. dan tidak tahu kenapa sampai di sini.. photo nya diundur saja ya ”

Semua heran.. semua bingung.. namun salah satu crew sedikit berteriak sambil menunjuk batu nissan tempat di mana anto ditemukan terbaring..

tertulis nama ” ANTO SIHOBING”

di tengah keheranan dan ketakutan di mobil sang photographer kembali menunjukkan hasil photo nya.. dan photo yang tadi bagus dan ada pengantin pria nya.. sekarang menjadi hanya Dina sendiri saja..

 

 

 

Video Hantu Kursi Goyang

Sudah siap kah anda melihat hantu kali ini  ? hantu yang terdapat di sebuah rumah yang akhirnya rumah tersebut harus ditinggalkan oleh penghuni nya dan dijual karena suasana dalam rumah yang selalu mencekam.  Sebuah kursi goyang menjadi saksi dari mencekam nya kondisi rumah tersebut. Hingga saat ini rumah tersebut belum berhasil di jual.. Anda berminat membeli nya ?